Om Sustiastu
ngoegoelBlog-Puzzle of Novelty-berusaha menyediakan artikel yang berguna bagi Anda. Kalo ada artikel yang private, forgive me karena blog pribadi. Feel free to bookmark ngoegoelBlog. Jangan lupa berikan komentar Anda. Suksma
Untuk semeton Bali yang ada di negeri sakura, hajimemashite.
Contact me at: vocolink.09atgmaildotcom
Japanese IME may need to view Japanese pages properly. Make sure Japanese IME is installed in your environment. Download Japanese IME>>
social Notworking
Written by admin on October 27, 2009 – 10:17 pm - 278 viewsThe article is quoted from BBC learning English.com
The phenomenon is so funny but nobody care about it. Co’z many are as actors of the phenomena. And me is not an exception.
If you want to be successful in business, I’m told that it’s very important to make a lot of effort to meet new people, to socialise and create a network of useful contacts which you can then exploit to advance your career. You meet and make friends with people who might be able to help you later on in your professional life. This is called social networking, and it was one of the buzzwords in business in the 1980s and 90s.
Well, with new technology come new words. After social networking, we now have social NOTworking. Increasingly, people are meeting other people online using websites that intended to make social networking easier. These sites, things like MySpace, Facebook,
Bebo, LinkedIn, Twitter and others ? have become incredibly popular. Most people use them as a way of chatting with their friends, and sharing photographs and information about social events ? parties, birthdays etc. Some people are even using them to provide regular updates about what they’re doing, often many times each hour. Well, when you do this at work, instead of the many things you should be doing, it’s not social networking, it’s social NOTworking.If you’re one of those people that use these sites a lot, it can be very tempting to check what your friends are doing tonight while nobody else is in the office, or to see if your friend has put those photos from the last trip you took together on the site yet. It might only take a second … and no-one will ever know. My advice is to check your company’s internet policy and to think about your boss’s attitude before you log in to your favourite site ? some employers take a very dim view about social NOTworking!
Tags: chatting, facebook, notworking, twitter
Posted in vblog | Leave Comments »
Top 10 Eco-Vacation Hot Spots
Written by admin on August 16, 2009 – 2:26 pm - 372 viewsSarinbuana eco lodge became
Top 10 Eco-Vacation Hot Spots
Posted in vblog | Leave Comments »
Artikel tentang warisan
Written by admin on July 3, 2009 – 9:01 pm - 528 viewsDi masyarakat Bali ada hukum adat yang kalo dilihat dari luar sungguh aneh. Salah satunya adalah masalah warisan keluarga. Di Bali biasanya yang berhak menerima warisan keluarga hanya kaum pria saja. Sebagai perbandingan di Jepang penerima warisan tak memandang gender.
Ini ada artikel menarik di kutip dari Parisada Hindu Dharma.
“Perempuan Bali dan Warisan”
SEDIKITNYA ada dua hal yang menarik perhatian pemerhati perempuan terkait kedudukan perempuan Bali-Hindu Pertama, semangat kerjanya yang hebat. Kedua, kedudukannya terhadap warisan yang lemah, bahkan dianggap tidak berhak atas warisan, dalam hal ini warisan yang memunyai nilai ekonomi, seperti tanah, dan warisan yang tidak memunyai nilai ekonomi, seperti pemeliharaan tempat suci dan orangtua.
Soal semangat kerja wanita Bali yang hebat, ada benarnya, tetapi soal wanita Bali-Hindu yang tidak berhak atas warisan, tidak dapat dikatakan 100% benar. Menurut hukum adat Bali, bukan hanya perempuan yang dianggap tidak berhak atas warisan, melainkan mereka yang ninggal kedaton, atau nilar kedaton, ninggal kapatutan, ngutang kapatutan, ngutang kawitan, ngutang sesana atau swadharma
Untuk jelasnya silahkan kunjungi
http://www.parisada.org/index.php?option=com_content&task=view&id=1352&Itemid=71
Kalo saya sih tak perlu warisan keluarga. karena emang tak ada yang perlu diwarisi. hihihi
Tags: bali, jepang, wanita, warisan
Posted in vblog | Leave Comments »
Tokyo Drift and my GT-R
Written by admin on May 25, 2009 – 10:19 pm - 368 viewsこれは感激的でした!!
先週東京ドリフトinお台場見に来ました。僕みたいな車詳しくない人でも楽しめるショーだったよ。是非一回見てみてください、損はないと思うよ
最初はベスト16を決められた技の成功やスピードで選出。あそこから2台ずつの迫力のある勝負でベスト8、ベスト4セミファイナルを決定します。
最後はマジのファイナル、最高!!!あまりにも両レーサの差がなかったので3回か4回サドンデス
これはマジ!運転技術にでかい叫び声で両レーサに声援を挙げたくなった、ho………owプロの運転技術はやっぱらい凄い!
車も格好いいよ、欲しい。。。。。。。。金がないが。。いつか大金持ちなったら買うよ。今回はラジコンの日産GT-R買っちゃいました:D
my GR-T? radio control
Tags: drift, GT-R, odaiba, 東京ドリフト
Posted in vblog | Leave Comments »
Bali Tourism
Written by admin on March 28, 2009 – 9:56 am - 407 views| English |
| At the end of December 2008, I invited two friends taking short holiday for 4 days in Bali. First day we visited Batur tourist spot that located in Kintamani, Bali. Viewing wonderfull Mt. Batur sightseeing with lunch is gorgeous. But at this time what I want to tell you is not beatiful scene of Mt. Batur but a complain from people who demand not only wonderful land but a complete holiday with a comfortable atmosphere. After getting lunch, we get out from the restaurant. Immediately some women came to us introduced their merchandise in pestering way. For me this is not a problem because I used to, coz I am a local person. But how about tourists who have never seen this situation before? I have heard, the most complaint while taking holiday in Bali is uncomfortable coz they must buy merchandise that actually they do not want to buy. They visited Bali to get away from their jobs and customers that always follow them every time. But what happens? In Bali they are follewed by unknown people who want to sell their products in impolite way. The claim not only occurs in Batur tourist spot, but generally happens in most tourist spot. Do you haveexperience about it? My own proporsal: The goverment must make a law to arrange unorganized seller. Goverment make places for them and give a subsidy for them. People who do not obey this rule will be punished. In the future visitors can take a holiday in Bali although without a guide. |
| Indonesian |
|
Akhir bulan December 2008, saya mengajak 2 orang teman berliburan di Bali selama 4 hari. Pada pada hari pertama kami mengunjungi object wisata Batur @ Kintamani. Makan sambil menikmati suasana Gunung Batur yang terbentang di depan mata sungguh menakjubkan. Tapi kali ini yang saya soroti bukan beautiful scene, but keluhan. Habis makan, begitu keluar dari restaurant ibu-ibu yang berjualan baju, begitu rewel. Sudah dibilangin tidak mau beli, mereka tetap saja mengejar-ngejar kami. Saya sebagai orang lokal, sudah biasa dengan pemandangan ini, tidak merasa risih sama sekali. Tetapi bagaimana dengan orang mancanegara yang tidak terbiasa? Saya mendengar keluhan terbesar mereka adalah mereka tidak nyaman dengan orang-orang yang mengejar-ngejar mereka mau menjual cendramata. Mereka liburan ke Bali mau melupakan pekerjaan, melupakan costumer yang selalu mengejar mereka. Ehhhh liburan ke Bali malah dikejar-kejar orang. Rata-rata mereka yang mau membeli karena mereka tidak mau dikejar lagi. Dengan kata lain mereka dipaksa untuk membeli cendramata. Keluhan ini tidak hanya berlaku untuk object Wisata Batur tetap general untuk semua object wisata Bali. Anda punya pengalaman lain? Usul: Pemerintah daerah harus menertibkan pedagang paksa. Mereka dibuatkan tempat khusus untuk berjualan dan diberikan bantuan dana. Bagi yang melanggar diberi tindakan tegas dan tentu tidak mendapat bantuan apa-apa. Bali yang bangga dengan wisata harus menjadi pioner. Wisatawan mancanegara nantinya bisa berliburan di Bali dengan nyaman meskipun tanpa bantuan guide, yang selama ini menjadi ini body guard dari kejaran penjual paksa yang rewel. |
Tags: bali, guide, liburan, ngoegoel, tourist
Posted in vblog | Leave Comments »
WBC: World Baseball Clasic
Written by admin on March 24, 2009 – 11:58 pm - 399 viewsThis news is quoted from Yomiuri Online.
Special editions rolled off newspaper printing presses and Japanese fans who’d taken time off work to watch the World Baseball Classic final celebrated with banners emblazoned with "Samurai Japan." The WBC may not be a big deal in the United States but it’s huge in Japan, which prides itself on its baseball pedigree. Needing a 10th inning to beat arch rival South Korea 5-3 in Los Angeles late Monday only added to the tension. Workers crammed into bars and restaurants in Tokyo and other cities to watch the game which started at 10:30 a.m. local time on Tuesday. Electronics stores selling big screen TVs were turned into public viewing galleries as the baseball-crazy nation stopped to watch as Japan defended its title….
Baseball has long been the No. 1 sport in Japan. The professional leagues were formed in the early 1930s while Korea’s pro leagues weren’t formed until 1982…
In Seoul, thousands skipped work and school to watch a large-screen broadcast of the game at Jamsil Baseball Stadium, tossing confetti, waving banners bearing the names of their favorite players and chanting through the championship…
Bagi Jepang baseball adalah major sport. Jepang memiliki pro-league yang berdiri tahun 1930-an. Kesuksekan Jepang mendulang kembali trophy WBC, merupakan keseksusesan yang kedua kalinya setelah first-WBC. Setelah Jepang dirundung krisis ekonomi, berita bangkrutnya perusahan2 Jepang dan berita pemecatan karyawan, menjadi juara WBC adalah berita yang luar biasa. WBC bisa dibilang mampu melupakan penderitaan ekonomi Jepang untuk sehari, paling tidak 1 detik. Btw. team kesukaan q di baseball pro-league Jepang: Giants.
Pelatih team baseball Japan, sedang diangkat2 oleh para Samurai.
Detik2 setelah Jepang mengalahkan Korea di partai final WBC.
I bukan profesional dalam sport. Tapi dengan jalanq, suatu saat nanti ingin bekerja untuk daerah, negeri tercintaku like Samurai Japan who fight for the pride of their country.
Tags: baseball, jepang, pride, wbc
Posted in vblog | Leave Comments »
patent budaya Indonesia
Written by admin on March 21, 2009 – 9:52 am - 383 viewsMasih ingat dengan niat Malaysia yang ingin mematentkan angklung, yang notabene budaya Indonesia? Tahukan jika tempe sudah dipatenkan Jepang? Tahukan bahwa batik sudah dipatentkan Malaysia?
Relakah jika rumah adat, tarian daerah, pakaian adat Indonesia dipatenkan negara lain???? Tentu jawabannya NO!
Berita dibawah dikutip dari kompas.com
…Bahkan, tempe yang oleh sebagian kalangan dipandang sebagai makanan kelas bawah sudah dipatenkan Jepang dan Amerika Serikat. Tak ketinggalan, batik sudah dipatenkan oleh Malaysia…
For further information click kompas.com
Terus apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah budaya kita tidak dipatenkan oleh negara lain? Mungkin kita bisa belajar dari India! Yoga yang asli berasalah dari India, juga dipatenkan di Amerika, bukan oleh India.
Article bellow quoted from asahi.com
インド政府がヨガのさまざまなポーズをデータベース化する作業を進めている。米国などでヨガのポーズや関連商品などを特許・商標登録する例が相次ぎ、「古くからのインドの知的財産の侵害」と危機感を強めているためだ。データベースを外国政府に公開して特許の審査の際に利用してもらうねらいだ。
政府の科学産業調査評議会(CSIR)が2千年前までさかのぼってヨガのテキストを調査中だ。すでに600のポーズについて写真やビデオなどを含めデータ化し、年内に1500に増やす計画だ。
データベースにはすでにアユルベーダなどの伝統療法に関する20万項目が収録済みで、英、仏、独、スペイン、日本語の各言語版がある。
地元紙タイムズ・オブ・インディアによると、米国では1650万人のヨガ実践者が年間30億ドル(約2950億円)のレッスン料を払っているとの推計があり、少なくとも130のヨガ関連の特許が認められている。同紙は「ヨガの伝道師」を自称する個人や団体が、昔から知られてきたポーズなどで外国で特許を取る現状に警鐘を鳴らす。
<<<<"summary" >>>>India merasa kuatir semakin banyak pose dalam yoga dipatenkan di USA. Di USA sebanyak 130 pose yoga sudah dipatenkan. Untuk mencegah hal ini berlanjut, India membuat data base pose yoga. Data base ini tersedia dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman dan Jepang. Hal ini dilakukan supaya badan patent punya referrensi dalam meluluskan hak patent.
Men-data base-kan budaya2 Indonesia sepertinya bisa menjadi salah satu jalan untuk mencegah budaya kita dirampas oleh negara lain. Pemerintah dan universitas2 di Indonesia jika bisa bekerja sama bukanlah sesuatu yang susah untuk melakukan project ini. Masalah sekarang, seberapa besar perhatian kita pada budaya kita sendiri???
Tags: angklung, batik, daerah, india, patent, tari, yoga
Posted in vblog | Leave Comments »




